Pemkot Petakan Wilayah Rawan Krisis Air Bersih, Armada Disiagakan

BANDAR LAMPUNG-Memasuki musim kemarau, Pemerintah Kota Bandar Lampung mulai memetakan sejumlah wilayah rawan krisis air bersih. Langkah antisipatif pun disiapkan untuk meminimalisasi dampak kekeringan terhadap masyarakat.

Tiga kecamatan menjadi perhatian utama, yakni Sukabumi, Kedamaian, dan Sukarame yang dinilai memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap penurunan pasokan air bersih.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung, Anthoni Irawan, menyebut ketiga wilayah tersebut hampir setiap tahun terdampak saat kemarau panjang.

“Faktor geografis dan keterbatasan sumber air menjadi penyebab utama wilayah ini kerap mengalami krisis air bersih,” ujarnya, Kamis (16/4).

Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga memantau wilayah lain seperti Tanjung Senang dan Rajabasa yang berpotensi mengalami penurunan debit air tanah secara signifikan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandar Lampung, Idham Basyar Syahputra, mengatakan Wali Kota telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk siaga penuh menghadapi potensi kekeringan.

Sebagai langkah konkret, Damkarmat dan BPBD telah menyiapkan armada mobil tangki guna mendistribusikan air bersih secara berkala ke permukiman warga.

“Kami berkoordinasi dengan camat dan lurah agar distribusi air bersih tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” jelas Idham.

Di sisi lain, koordinasi juga dilakukan dengan Perumda Air Minum Way Rilau untuk menjaga stabilitas distribusi air melalui jaringan perpipaan di tengah keterbatasan sumber air.

Tak hanya krisis air, musim kemarau juga meningkatkan potensi kebakaran. Seluruh personel Damkarmat disiagakan di 17 pos selama 24 jam untuk mengantisipasi kebakaran lahan maupun permukiman.

“Kondisi lingkungan yang kering saat kemarau membuat risiko kebakaran meningkat,” tegas Anthoni.

Pemkot Bandar Lampung pun mengimbau masyarakat untuk mulai menghemat penggunaan air, menyiapkan cadangan air mandiri, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap penggunaan api, khususnya di kawasan padat penduduk dan lahan kering.

Sementara itu, Perumda Way Rilau terus memperkuat ketahanan distribusi air melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Tercatat sebanyak 59.159 sambungan pelanggan menjadi prioritas layanan selama musim kemarau.

Pasokan air baku dari Sungai Way Sekampung melalui sistem KPBU masih dalam kondisi aman dan stabil, menopang kebutuhan sekitar 24.000 pelanggan.

Namun, untuk wilayah layanan lama yang bergantung pada Sungai Way Kuripan, Way Betung, dan Way Jernih, penurunan debit air diperkirakan mencapai 20 persen.

Sebagai langkah antisipasi, Perumda melakukan normalisasi aliran, pengaturan distribusi air, serta pemeliharaan jaringan secara rutin agar pasokan tetap terjaga.

Selain itu, armada mobil tangki air juga disiagakan sebagai bentuk layanan darurat bagi masyarakat yang mengalami kekurangan air bersih.   (*)