Hati-hati Pembajakan akun IG, berkedok permintaan Vote Event

WAY KANAN, LAMPUNGINSTA.COM- Para pengguna Instagram perlu meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga akunnya. Pasalnya, muncul modus baru pembajakan melalui pesan yang dikirim via Direct Messages (DM).

Sepertinya yang dialami oleh PJ Kepala Kampung Bukit Gemuruh, Yayu Suhaesti, Jumat (27/1/2023). Dia menjelaskan awalnya, dia menerima DM dari akun rekannya berupa permintaan bantuan untuk vote (sumbang suara) sebuah event. Sementara dia tidak tahu jika akun itu sudah dibajak.

“Isi DM itu meminta untuk bantu vote, yaitu like postingan nomor 7, lalu dikirim link postingan itu,” ungkapnya.

Ketika link tersebut di klik, maka akan muncul halaman berjudul Instagram Followers yang meminta untuk memasukkan data yaitu user name dan kata sandi. Saat dikonfirmasi, pelaku berkilah untuk bisa masuk halaman postingan yg akan di vote, maka harus log in kembali. Apesnya, saat itu pembajakan dimulai.

Hingga berita ini diturunkan akun Instagram milik PJ Kepala Kampung Bukit Gemuruh tersebut masih dalam kendali pelaku peretasan.

“Sebenarnya dini hari tadi, Sabtu (28/1) akun sempat dipulihka dengan bantuan tim cyber kami yg ada di kampung. Tapi ternyata sejam kemudian, diretas lagi,” jelasnya.

Dirinya bahkan sempat membuat postingan dalam story berisi ucapan terimakasih serta informasi bahwa akun telah pulih, sebelum akhirnya diretas kembali. Dirinya khawatir jika nanti pelaku memanfaatkan hal itu untuk melancarkan aksinya.

Diketahui, dari aksi pembajakan akun Instagram dari wanita berusia 31 tahun tersebut, telah menelan beberapa korban. Satu diantaranya berhasil tertipu untuk mentransfer uang sejumlah Rp 650 ribu ke rekening BNI 1259275236 an Muhammad Nur. Sedangkan korban lainnya tertipu untuk mengikuti undangan vote tersebut hingga akun mereka pun dibajak.

Setelah melakukan penelusuran, pelaku terdeteksi melakukan login di daerah Bekasi. Selain itu dari pernyataan korban lainnya, pelaku juga sempat menghubungi via WA dengan nomor 088279880759.

“Saat ini masih kami pantau, jika nanti muncul korban berikut dan menimbulkan kerugian besar, kemungkinan akan kami bawa kasus ini ke ranah hukum,” pungkas Yayu.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *