Bangkitkan Kembali Panggung Musik Pelajar, Festival Band Pelajar Lampung 2026 Ditutup

Bandar Lampung – Festival Band Pelajar Lampung 2026 resmi ditutup pada Minggu (25/1/2026) setelah menghadirkan ruang kompetisi dan apresiasi bagi pelajar berbakat di bidang musik band.

Kegiatan ini menandai kebangkitan kembali panggung musik pelajar di Lampung yang sempat vakum hampir delapan tahun.

Festival ini menjadi ruang positif bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas sekaligus membangun karakter melalui seni musik.

Selain ajang unjuk kemampuan, festival ini juga diarahkan sebagai sarana pembinaan bagi pelajar yang konsisten menekuni dunia musik.

Kegiatan tersebut terselenggara melalui kolaborasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung dengan Event Organizer Rumah Multimedia Bersama (RMB).

Sinergi ini bertujuan menghadirkan kompetisi musik pelajar yang tidak hanya menekankan persaingan, tetapi juga nilai edukasi dan keberlanjutan.

Festival Band Pelajar Lampung 2026 terbuka bagi pelajar tingkat SMP dan SMA sederajat se-Provinsi Lampung.

Setiap peserta diwajibkan memenuhi ketentuan administrasi dan teknis yang telah ditetapkan panitia, mulai dari komposisi personel band, pemilihan materi lagu, hingga kepatuhan terhadap tata tertib selama perlombaan berlangsung.

Ketua Pelaksana Festival Band Pelajar Lampung 2026, Decky Octoria, mengatakan bahwa festival ini dirancang sebagai ruang ekspresi yang sehat bagi pelajar, bukan semata-mata ajang kompetisi.

“Festival ini bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi juga pembelajaran tentang disiplin, kerja sama tim, serta sportivitas dalam bermusik,” kata Decky.

Ia menambahkan, panitia menerapkan sistem penilaian yang objektif dan profesional.

Aspek yang dinilai meliputi kemampuan musikal, kekompakan antarpersonel, kreativitas aransemen, serta etika peserta selama mengikuti kegiatan.

“Kami ingin memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh peserta. Penilaian dilakukan secara transparan dengan standar yang jelas dan profesional,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, mengapresiasi penyelenggaraan festival tersebut.

Menurut dia, ajang musik pelajar seperti ini telah lama tidak digelar sejak 2018 dan terhenti akibat pandemi Covid-19.

“Festival ini menjadi pemantik yang baik agar pelajar memiliki ruang untuk menyalurkan prestasi di bidang seni dan musik. Pemerintah daerah tentu mendorong inisiatif seperti ini,” ujar Thomas.

Ia menambahkan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung berkomitmen meningkatkan kualitas dan kuantitas penyelenggaraan kegiatan serupa pada masa mendatang agar dapat digelar dengan skala yang lebih besar.

Dalam kategori band, dewan juri yang terdiri dari Benny Tanggamus, Hendra Reagge Mampus, dan Tan Malaka menetapkan The Tuties dari Universitas Lampung sebagai juara pertama.

Juara kedua diraih MDLV dari SMA Xaverius, sementara juara ketiga diraih D’Prums dari SMKN 4 Bandar Lampung. Penghargaan vokalis terbaik diberikan kepada vokalis D’Prums.

Sementara itu, pada kategori lomba dance, dewan juri yang diketuai Diantori, S.Sn., bersama Arif Rahman, M.Sn., menetapkan Eruella Dancer dari SMAN 6 Bandar Lampung sebagai juara pertama dengan nilai 1.370.

Juara kedua diraih JG Dancer dari SMKN 3 Bandar Lampung dengan nilai 1.200, dan juara ketiga diraih Vixyn dari SMAN 12 Bandar Lampung dengan nilai 1.010. (*)