Pemkot Bandar Lampung Salurkan Bantuan untuk 764 KK Terdampak Banjir
BANDAR LAMPUNG- Pemerintah Kota Bandar Lampung bergerak cepat menyalurkan bantuan kepada ratusan warga yang terdampak banjir di sejumlah wilayah kota. Hingga saat ini, bantuan telah disalurkan kepada 764 kepala keluarga (KK) yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Way Halim, Tanjung Senang, dan Sukabumi.
Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah kepada masyarakat yang mengalami kerugian akibat banjir yang melanda beberapa wilayah di Kota Bandar Lampung pada Jumat (6/3/2026).
Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, mengatakan bahwa pemerintah kota terus berupaya hadir di tengah masyarakat untuk membantu meringankan beban warga yang terdampak musibah tersebut.
Dari data sementara yang dihimpun pemerintah kota, jumlah warga penerima bantuan di tiga kecamatan tersebut mencapai ratusan kepala keluarga. Rinciannya yakni 70 KK di Kecamatan Way Halim, 520 KK di Kecamatan Tanjung Senang, dan 171 KK di Kecamatan Sukabumi.
Sementara itu, tiga kecamatan lainnya yang juga terdampak banjir masih dalam proses pendataan oleh pemerintah daerah. Ketiga wilayah tersebut yakni Kecamatan Sukarame, Kecamatan Labuhan Ratu, dan Kecamatan Rajabasa.
“Pendataan masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan untuk memastikan seluruh warga terdampak bisa mendapatkan bantuan,” ujar Eva Dwiana.
Setiap kepala keluarga yang terdampak banjir menerima bantuan berupa uang tunai sebesar Rp1 juta serta 10 kilogram beras. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga setelah rumah mereka terdampak banjir.
Selain bantuan uang dan beras, Pemerintah Kota Bandar Lampung juga telah menyalurkan nasi kotak kepada warga terdampak di enam kecamatan pada Jumat malam (6/3/2026). Bantuan makanan tersebut dibagikan kepada keluarga yang rumahnya terdampak banjir dan masih dalam proses pembersihan pasca bencana.
Dalam kesempatan tersebut, Eva Dwiana juga menyampaikan duka cita kepada keluarga seorang anak yang meninggal dunia akibat terseret arus banjir.
Menurut Eva Dwiana, berdasarkan informasi yang diterima, korban diduga terpeleset saat bermain hujan di sekitar jembatan hingga akhirnya terbawa arus yang cukup deras.
“Bunda dengar ceritanya anak itu main hujan-hujanan di jembatannya, mungkin terpeleset atau apa, karena arusnya cukup deras,” kata Eva Dwiana.
Sebagai bentuk kepedulian, Wali Kota Bandar Lampung juga telah menyerahkan tali asih kepada keluarga korban. Selain itu, pemerintah kota turut memberikan perhatian khusus kepada orang tua korban yang diketahui sedang dalam kondisi sakit.
Eva Dwiana langsung merujuk orang tua korban untuk mendapatkan penanganan medis di RSUD dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung, agar dapat memperoleh perawatan yang maksimal dari tenaga medis.
Di tengah situasi pasca banjir, Eva Dwiana juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum tentu kebenarannya, terutama yang beredar di media sosial.
Ia menegaskan bahwa pemerintah kota bersama tim satuan tugas terus bekerja selama 24 jam untuk menangani dampak banjir serta memastikan kondisi warga tetap terkendali.
“Terus terang selama 24 jam, tim satgas kami bekerja maksimal mengatasi dampak banjir ini,” ujarnya.
Saat meninjau sekaligus menyerahkan bantuan kepada warga terdampak banjir, Wali Kota Eva Dwiana turut didampingi oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), kepala bagian, Plt Camat Tanjung Senang, serta para lurah setempat.
Kehadiran jajaran pemerintah kota tersebut sekaligus untuk memastikan proses penyaluran bantuan berjalan lancar dan tepat sasaran kepada warga yang membutuhkan. Pemerintah Kota Bandar Lampung juga memastikan proses pendataan terhadap warga terdampak di kecamatan lain akan segera diselesaikan agar bantuan dapat segera disalurkan secara merata. (Red)

