Pemkot Bandar Lampung Gulirkan Kredit UMKM Tanpa Bunga, Hingga Rp50 Juta
BANDAR LAMPUNG- Pemerintah Kota Bandar Lampung terus menggencarkan upaya penguatan sektor usaha mikro melalui program pembiayaan tanpa bunga bertajuk Siger. Program ini menjadi salah satu strategi untuk membantu pelaku UMKM mendapatkan akses permodalan yang lebih mudah dan ringan.
Melalui inisiatif tersebut, para pelaku usaha kecil tidak lagi terbebani oleh bunga pinjaman. Seluruh biaya bunga ditanggung oleh pemerintah daerah, sehingga cicilan yang dibayarkan murni pokok pinjaman.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandar Lampung, Riana Apriana, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk mendorong pertumbuhan usaha masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing UMKM di daerah.
“Program ini memang kita hadirkan untuk membantu pelaku usaha agar bisa berkembang tanpa terbebani bunga pinjaman,” ujarnya, Minggu (29/3/2026).
Untuk mendukung pelaksanaan program, pemerintah kota telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 3 miliar. Sementara itu, nilai pinjaman yang dapat diajukan oleh pelaku usaha mencapai maksimal Rp 50 juta, dengan tenor pengembalian hingga tiga tahun.
Riana mengungkapkan, hingga saat ini sudah puluhan pelaku UMKM yang memanfaatkan program tersebut. Tercatat sebanyak 51 pelaku usaha telah menerima fasilitas pembiayaan tersebut.
“Jumlah penerima tidak dibatasi, selama pelaku usaha memenuhi persyaratan yang berlaku,” jelasnya.
Adapun sejumlah ketentuan yang harus dipenuhi di antaranya berdomisili di Kota Bandar Lampung, memiliki legalitas usaha berupa Nomor Induk Berusaha (NIB), usaha telah berjalan minimal satu tahun, serta usia pemohon tidak lebih dari 65 tahun. Program ini terbuka untuk berbagai jenis usaha mikro dan kecil.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah kota bekerja sama dengan Bank Waway sebagai lembaga penyalur. Proses pengajuan dilakukan melalui dinas terkait sebelum diverifikasi oleh pihak bank untuk menentukan kelayakan dan besaran pinjaman yang disetujui.
Melalui program ini, pemerintah berharap pelaku UMKM dapat meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, serta memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.
“Harapannya tentu UMKM kita bisa naik kelas, berkembang, dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” tutupnya. (Red)

