2020 KPU Anggarkan Dana Pilwakot 1 Miliar

Bandarlampung (LAMPUNGINSTA)– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bandar Lampung mengusulkan dana anggaran persiapan pemilihan wali kota (Pilwalkot) 2020, sebesar Rp 1 miliar. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung diminta menggelontorkan alokasi usulan anggaran Pilwakot tahap awal itu di alokasi dana perubahan tahun 2019.

Hal ini diputuskan dalam rapat bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bandarlampung di ruang Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), pada Kamis, 27 Juni 2019.

Yang dihadiri Sekeretaris Daerah Kota Bandarlampung Badri Tamam, Kepala BPKAD Kota Bandar Lampung Trisno Andreas, perwakilan KPU dan Bawaslu.

“Kami tadi melakukan rapat dengan BPKAD Bandarlampung terkait anggaran pilwakot. sambil kita menunggu uji publik Bab PKPU tentang jadwal tahapannya,” ujar Komisioner Divisi Hukum KPU Kota Bandar Lampung, Dedy Triadi

Ia mengatakan, pihaknya diundang oleh tim anggaran Pemkot untuk membahas persiapan pilkada 2020 mendatang. Dalam rapat, tim meminta anggaran senilai Rp 1 miliar untuk pelaksanaan pemilu. Menurut dia, untuk menuju persiapan itu KPU membutuhkan anggaran yang tidak sedikit dari tahap awal, pra pemilihan, dan pasca pemilihan yang harus diakomodir oleh Pemda setempat melalui rapat dan persetujuan badan anggaran legeslatif.

“Kita sudah dari awal saat pembahasan penyampaian nota keuangan Pemda ke DPRD dalam rapat paripurna kita sudah diminta dan kita usulkan RAB nya termasuk posting anggaran yang besar kurang lebih Rp 1 M,” ungkapnya.

Meski begitu, ia memahami pada APBD perubahan anggran pemda setempat terbatas maka KPU hanya mengusulkan anggaran untuk sosialisasi dan persiapan penyusunan regulasi Pilwalkot pada tahun 2019 ini.

“Itu baru bicara secara global, kita memahami bahwa anggaran tersebut masuk ke anggaran perubahan 2019, kalau dari sisi alokasi anggaran ada batasnya, kita hanya mengusulkan kebutuhan selama tahun 2019, untuk kebutuhan pelaksanan sosialisasi dan persiapan rekrutmen,” ungkapnya.

Komisioner Bawaslu Gistiawan menyatakan hal yang sama, menurutnya tugas pokok KPU sebagai pelaksana kegitan dan Bawaslu sebagai pengawas. Pihaknya akan mengunakan termin pertama itu sebagai tahap sosialisasi pilwakot dan perekrutan pengawas pemilu (Panwaslu) pada 20 kecamatan yang ada di Bandar Lampung.

“Jadi anggaran yang diajukan ke Pemda tidak jauh berbeda dengan KPU,” ucapnya.

Menurutnya, secara keseluruhan anggran yang diajukan Bawaslu ke Pemkot Bandar Lampung sekitar Rp 22 miliar.

“Kami mengajukan Rp 22 miliar secara keseluruhan namun sama seperti KPU pemkot menanggarkan Rp1 miliar untuk termin pertama di Tahun 2019 ini,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *