Satpol PP Tubaba Razia Pekat

TULANGBAWANG BARAT (LAMPUNGINSTA)- Jaga Kondusifitas di Bulan Ramadhan 1440 Hijjriah 2019
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) gelar razia pekat (penyakit masyarakat) disejumlah tempat hiburan malam, Rabu (22/5).

Dalam operasi penyakit masyarakat tersebut dipimpin langsung oleh Sujatmiko Kasat Pol-PP Tubaba, Razia ini dilakukan ditempat hiburan malam, kost-kosan dan lapo tuak. Hal tersebut menindaklanjuti surat edaran yang telah dikeluarkan sebelum bulan ramadhan beberapa waktu lalu.

Razia yang dilakukan dalam rangka menghormati bagi masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa di bulan suci rahmadan, 1440 Hijriah 2019 dan sekaligus mendata tempat-tempat yang diduga sebagai tempat prostitusi.

“Tempat-tempat seperti itu, dapat menggangu ketertiban masyarakat apalagi ini bulan suci Ramadhan. Maka dari itu kita lakukan pembinaan kepada pemilik tempat-tempat yang kita anggap dapat mengganggu ketertiban masyakarat,” terang, Sujatmiko.

Beberapa penghuni kost dan tempat hiburan malam, kata Sujatmiko, telah dilakukan pendataan baik pemilik atau wanita yang menjadi penghuni kost, agar tidak melakukan atau mengulangi hal-hal yang dilarang atau diluar aturan. “Ya, kita lakukan persuasif seperti pembinaan dan pendataan baik pemilik kost atau yang menjadi penghuni kost itu sendiri,” ujarnya.

Dalam kegiatan razia pada malam ini sekitar 13 personil anggota satpol-PP yang di kerahkan, tidak melibatkan instansi lain. “Razia Ini khusus kegiatan kita sendri (Satpol PP) yang bergerak, tidak ada dari dinas sosial, kepolisian dan dinas kesehatan. Kalau razia gabungan biasanya kita bersama instansi lainnya, tapi untuk malam ini khusus kita sendiri yang bergerak,” jelasnya.

Ada beberapa tempat lokasi yang menjadi sasaran razia yaitu, di Tiyuh Pulung Kencana, Tunas Asri, Murni Jaya, Daya Asri, Kagungan dan Simpang Makarti yang tersebar di tiga Kecamatan diantaranya Kecamatan Tulangbawang Tengah, Tumijajar dan Tulangbawang Udik.

“Kami mengharap di kabupaten Tubaba ini, tidak ada lagi penyakit masyarakat, artinya sesuai peraturan daerah tentang asusila prostitusi sehingga kedepan tidak ada lagi di penyakit masyarakat di Tubaba ini,” pungkasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *