Cegah “People Power” Polda Lampung Gelar Razia

BANDARLAMPUNG (LAMPUNGINSTA) – Guna mencegah adanya pergerakan masa dari Lampung, yang akan mengikuti ‘People Power’ di Jakarta. Polda Lampung menerjunkan ratusan anggota untuk melakukan razia rutin.

Waka Polda Lampung Kombes Pol Rudi Setiawan mengatakan, razia diseluruh penjuru provinsi Lampung itu dalam rangka antisiasi gerakan masyarakat datang Jakarta untuk melakukan aksi people power.

“Ini jelas inkonstitusional sesuatu yang dilarang dan melanggar hukum. Polda Lampung berserta jajarannya dan dibantu TNI telah mengantisipasi pergerakan orang dari pulau sumatera yang melintas provinsi lampung, setiap wilayah polresta kita melakukan razia,” kata Rudi seusai menghadiri Multaqo ulama, cendekiawan muslim, dan tokoh lintas agama untuk indonesia damai, di Ballroom Novotel, Senin (20/5) .

Rudi menjelaskan, selain melakukan pemeriksaan surat surat kendaraan, petugas juga melakukan penggeledahan kepada para pengendara. Petugas memastikan setiap pengendara tidak membawa barang berbahaya seperti senjata tajam, bahan peledak.

“Razia dilakukan untuk mencegah jangan sampai ada barang terlarang yang masuk ke Jakarta. Meliputi, senjata api (Senpi), Senjata Tajam (Sajam) dan Bahan Peledak. Serta orang yang niatan untuk bergabung ke jakarta melakukan people power,” paparnya.

Dengan begitu, Ia menyampaikan apresiasi dengan adanya kegiatan Multaqo Ulama bersama Forkopimda Provinsi Lampung merupakan niatan baik dari MUI yang menginisiasi hal tersebut. Dimana dalam hal pencegahan ini, kepolisian mendapat dukungan dari para ulama, cendekiawan muslim dan toko lintas agama.

“Multaqo yang menyatakan bahwa menolak kegiatan people power dan menyarankan untuk menempuh cara yang demokratis konstitusional ini, kami sangat mengapresiasi acara ini,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama Walikota Bandarlampung Herman HN menekankan kepada masyarakat Kota Tapis Berseri untuk tidak terbakar isu people power tersebut dan ikut ikutan mengahdiri gerakan itu.

“Nggak usah ikutan lah, kita negara demokrasi. Junjung tinggi pancasila, Undang-undang 45, NKRI harga mati. Jangan ada gejolak apapun, kita bersama kalau ada pendapat atau saran sampaikan,” kata Herman.

Acara ini, aku nya, sangat bermanfaat dan bagus untuk dilakukan dalam hal menyatukan perbedaan dalam berbangsa dan bernegara. “Acara ini bagus karena bagaimana kita kebersamaan, bagaimana negara kita ini aman tentram dan damai,” tutupnya.(ton)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *