Warga Sukarame Baru Keluhkan Pungli Yang Dilakukan Oknum Lurah

BANDAR LAMPUNG – Warga Kelurahan Sukarame Baru, Kecamatan Sukarame, Bandar Lampung mengeluhkan adanya dugaan pungli yang telah dilakukan oleh pihak Lurah setempat untuk hal pembuatan sertifikat tanah melalui prosuder sporadik.

Junaidi warga Perumahan Prasanti 2, blok A2, RT 01 LK 1, Kelurahan Sukarame Baru mengeluhkan bahwa dirinya hendak mengurus sporadik pembuatan sertifikat tanah namun ketika di Kelurahan setempat dimintai sejumlah uang oleh pihak Kelurahan.

“Tanah saya kan masih belum ada sertifikat. Jadi ngurus sporadiknya ke Kelurahan, saya nanya ke RT katanya ngurus sporadik Rp. 2 Juta. Begitu ke Kelurahan saya amplopinlah Rp. 1 Juta karena enggak ada uang, taunya selesai dari kantor Kelurahan, Lurahnya bilang ke RT kalau uang itu kurang,” ujar Junaidi, Rabu (27/3/2019).

Menurutnya tindakan oknum lurah tersebut telah meresahkan warga Kelurahan setempat, sebab selain dirinya ternyata warga lain pun pernah mengahadapi persoalan yang sama dimana untuk mengurus pembuatan sertifikat tanah secara pribadi dikanakan biaya oleh pihak Kelurahan.

Junaidi menjelaskan, untuk lokasi tanah miliknya sendiri yang akan dibuatkan sertifikat tanah melalui sporadik itu berada di Jalan Pulau Singkep, Gang Kenari, dengan luas tanah 433 M².

Bahkan tidak sampai disitu, tidak jauh berbeda saat dirinya ke Kecamatan Sukarame untuk mengurus surat tersebut, yang kemudian di Kelurahan dimintai sebesar 1 persen dari nilai jual tanah.

“Gitu juga di Kecamatan, Kecamatannya waktu di Pemerintahannya minta 1 persen dari nilai jual tanah, kalau dikali 1 persen dari tanah saya 400 meter berarti sekitar Rp. 4 jutaan,” jelasnya.

Saat ditanyai mengenai hal itu, Lurah Sukarame Baru Nova Eka Saputra mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui tentang hal itu. Dan menepis adanya anggapan tentang biaya pengajuan pembuatan sporadik sertifikat tanah milik warga setempat.

“Junaidi warga RT mana, lokasi tanahnya dimana. Coba tanya lagi, pastiin sama yang bersangkutan dia ngasih uang itu ke saya langsung atau tidak. Dah ya saya buru-buru mau ada kegiatan,” tepisnya sembari berlalu.

Sementara itu, Camat Sukarame Ahmad Barmawi bahwa pihak masih akan memastikan apakah benar laporan itu yang melibatkan Lurah Sukarame Baru dan memanggil pihak lurah setempat.

“Iya mau saya pastiin dahulu, lurah mau saya panggil dan tanya langsung, jangan sampai laporan itu sepihak maka harus ditanya langsung ke lurah sukarame baru,” kata dia, Rabu (27/3/2019).

Kemudian terkait apa yang telah disampaikan oleh Junaidi ketika pengajuan surat sporadik dan Surat Keterangan Penggarap Terakhir di Kecamatan Sukarame. Ahmad Barmawi berkilah bahwa hal itu memang sesuai dengan peraturannya.

“Mengenai 1 persen nilai jual tanah itu, kalau tidak salah memang ada di Undang-Undang Agraria nomor 69, disitu udah jelas,” ujarnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *