Pesan Herman HN ke KPRI Betik Gawi: Kerja yang Baik supaya Berkah

Bandar Lampung – Wali Kota Bandar Lampung, Herman HN akan meningkatkan kesejahteraan bagi para anggota KPRI Betik Gawi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tahun Buku 2018.

Orang nomor satu di kota berjuluk ‘Tapis Berseri’ tersebut menginginkan KPRI Betik Gawi lebih baik lagi. Herman HN berharap para anggota dapat menghasilkan keuntungan yang besar, demi terciptanya kerja nyaman, aman dan jujur.

“Saya ingin dapat menghasilkan keuntungan yang besar dan menyejahterakan anggota. Jadi, anggota bisa punya rumah, mobil tanpa harus merugikan orang lain, (jangan) ‘peras’ sana ‘peras’, sini ‘meras’ orang lain. Kerja yang baik saja supaya berkah,” kata wali kota, dalam forum Rapat Anggota Tahunan (RAT) KPRI Betik Gawi Disdikbud Bandar Lampung di Gedung Wanita, Jalan Kapten Piere Tendean, Bandar Lampung, Rabu, 27 Maret 2019.

Salah satu cara menyejahterakan dan membesarkan KPRI Batik Gewi, lanjut Herman HN, bisa dengan melakukan peminjaman uang di tempat lain dengan bunga kecil, lalu dipinjamkan kembali ke anggotanya dan juga ASN di luar anggota.

“Jangan hanya meminjamkan uang kepada anggota saja, namun ASN lain juga diperbolehkan, karena ASN tidak akan mungkin mengkol kiri-kanan, pasti bayar, tinggal dipotong gajinya,” ujar wali kota Bandar Lampung dua periode itu.

Tidak sebatas itu, KPRI Betik Gawi juga telah menghajikan lima anggota dan mengumrohkan 10 anggota.

Wali kota pun berkesempatan untuk mengundi umroh bagi para anggota KPRI Betik Gawi, untuk berangkat haji tahun 2022 mendatang, dimana diundi sebanyak lima guru yang beruntung berangkat umroh.

“Ke depan harus bisa lebih baik lagi, misalnya program pendidikan bagi anak anggotanya,” imbau Herman HN.

Sementara Ketua KPRI Batik Gawi, Joko Purwanto, menuturkan, penyelenggaraan RAT bertujuan untuk memberi laporan kepada anggota KPRI Betik Gawi.

“RAT ini merupakan kekuasaan tertinggi dalam koperasi, tentang apa yang ingin dilakukan ke depan,” ujarnya.

Diketahui, KPRI Betik Gawi beranggotakan guru SD berstatus ASN, yang saat ini berjumlah sekitar 1.932 orang.

“Tahun ini ada anggota kita yang pensiun sekitar 247 orang, dari sebelumnya 3.000 orang,” terang Joko.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *